Bangkalan, maduracorner.id – Menteri Sosial (Mensos) Tri Rismaharini memberikan motivasi terhadap warga Bangkalan, Madura, Jawa Timur yang takut divaksin. Risma meminta mereka supaya tidak takut karena vaksin bermanfaat melindungi dari ancaman covid-19.
Hal tersebut disampaikan Risma saat memantau vaksinasi di pondok pesantren (Ponpes) Manbaul Hikam, Jalan Raya Ketengan nomor 62 Keluarahan Tunjung, Kecamatan Burneh, dan ponpes Nurul Amanah, Jalan Raya Tragah no 9 Basaran Kecamatan Tanah Merah, Bangkalan, Sabtu (16/10/2021).
Program vaksinasi tersebut diikuti para santri dan masyarakat umum. Mensos Risma juga memberikan bantuan terhadap masyarakat, lansia dan kelompok disabilitas serta para anak yatim.
“Jangan takut ibu. Ayo divaksin ya saya temani,” terang mantan Wali Kota Surabaya 2 periode ini pada ibu-ibu yang akan divaksin.
Risma, sapaan akrab Mensos, menyampaikan bahwa dirinya mendapat tugas dari Presiden RI untuk memaksimalkan pelaksannan vaksinasi covid-19 di Bangkalan. Hal ini tidak lepas dari kondisi Bangkalan yang capaian vaksinnya masih rendah.
“Saya mendapatkan tugas dari Presiden untuk memantau kegiatan vaksinasi di Bangkalan. Hal ini terkait erat dengan capaian vaksin di Bangkalan yang masih rendah. Pemerintah ingin di sini (Bangkalan) capaian meningkat sehingga masyarakat terlindungi dari covid,” ujar Risma.
Terkait dengan wilayah lain di Madura untuk program percepatan vaksinasi, Risma menyampaikan bahwa akan ada evaluasi terlebih dahulu baru kemudian akan ada tindaklanjutnya.
“Nanti kita akan evaluasi terkait percepatan di Bangkalan ini. Jika nantinya bagus, maka kita akan melakukannya juga di daerah lain,” papar Risma.
Selain memantau jalannya vaksinasi massal, Risma juga memberikan bantuan bagi masyarakat, lansia dan kelompok disabilitas. Program bantuan beras premium tersebut diberikan utk 18.000 warga, yang dibagi di 18 kecamatan, sehingga masing – masing kecamatan mendapatkan 1.000 paket bantuan beras seberat 5 kg perkeluarga.
Sementara itu, untuk kelompok disabilitas juga mendapatkan bantuan alat bantuan seperti tongkat dengan detektor yang diberikan kepada tuna netra. Diharapkan dengan alat bantuan tersebut bisa menolong kelompok disabilitas netra jika dalam keadaan darurat.
“Kita ingin mereka yang tuna netra bisa aman jika dalam kondisi darurat,” lanjut Mensos Risma.
Terkait dengan penyaluran BLT, Risma juga melihat secara langsung apakah dana tersebut sudah tersalurkan sesuai sasaran. Dalam kesempatan itu, Risma juga memandu para lansia untuk mengambil bantuan dengan menggunakan ATM tanpa pin.
“Ayo ibu coba dilihat berapa saldonya. Nah saldo ini bisa diambil semua dan digunakan untuk kebutuhan hidup ya. Ayo dicoba ya ibu-ibu,” ujar Mensos Risma.
Dalam kegiatan tersebut Risma didampingi anggota Komisi 8 DPR RI Muhammad Ali Ridho dari Fraksi Partai Golkar, H. Hasani Bin Zuber dari Fraksi Partai Demokrat dan Anggota Komite III DPD RI H. Ahmad Nawardi, S.Ag. Serta didampingi Bupati Bangkaln R. Abdul Latif Amin Imron dan Wakil Bupati Drs. Mohni, MM dan jajaran Forkompimda Bangkalan.
Setelah dari Ponpes Manbaul Hikam dan Ponpes Nurul Amanah, rombongan Mensos menuju Desa Longkek, Kecamatan Galis, Kabupaten Bangkalan. (Syaiful)
