
BANGKALAN, maduracorner.id, Himpunan Santri Alumni dan Simpatisan Nurul Cholil (Hisan) dan Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kecamatan Tanah Merah menargetkan 10 tangki bantuan air bersih bagi warga di Desa Pangeleyan yang dilanda kekeringan sejak tiga bulan lalu.
Puluhan ember maupun derigen bahkan tong air milik warga langsung berdatangan dan berjajar ketika armada truk tangki air bersih tiba.
“Bantuan dropping air bersih ini sebanyak 10 armada truck tangki air bersih. Hari pertama tiga truk tangki, hari kedua tiga truk tangki dan hari ketiga ada empat truk tangki, Sedangkan truk tangki yang dikerahkan tersebut berkapasitas 5.000 dan 6000 liter air,” ucap Hambali Ketua Hisan sekaligus ketua Ansor Tanah Merah. Rabu (26/7/2023).
Hambali juga menyampaikan, ini merupakan intruksi langsung dari ketua umum Hisan Bangkalan KH. Ahmad Faqod Zubair.

“Jadi atas perintah beliau maka kami langsung berkoordinasi dengan pemerintah Desa Pangeleyan untuk penyaluran bantuan yang sedang dilanda kekurangan air bersih.” tuturnya.
Penyaluran bantuan air bersih, lanjut dia, diharapkan bisa meringankan beban masyarakat yang terdampak bencana kekeringan. Terlebih, air bersih merupakan kebutuhan pokok bagi masyarakat.
“Ini wujud kepedulian kami atas kondisi masyarakat di Bangkalan yang mengalami krisis air bersih,” ujarnya.
Habibah (38) warga Desa Pangeleyan mengatakan, sejak pertengahan Mei lalu warga di desa Pangeleyan sangat sulit mendapat air bersih. Sumur warga sudah kering akibat kemarau.
Untuk mencukupi kebutuhan air bersih sehari-hari, warga terpaksa mengambil air bersih di lokasi yang cukup jauh.
Iapun mengaku senang dan bersyukur mendapatkan bantuan air bersih dari Hisan dan Ansor cabang Tanah Merah. Sebab sudah tiga bulan warga sulit mendapat air bersih.
“Terimakasih atas kepeduliannya yang sudah menyalurkan bantuan air bersih di desa kami,” ungkapnya.
Sementara itu, tokoh pemuda Desa Pangeleyan Zaiqhulhak Alfarisi (32) menyampaikan, kondisi ini sudah mejadi musim tahunan ketika musim kemarau tiba, hanya berharap bantuan droping air bersih dari pemerintah maupun pihak yang peduli.
“Alhamdulillah, ada bantuan dari Hisan dan Ansor Tanah Merah sebanyak 10 trukc tangki bantuan air bersih,” kata dia.
Kendati demikian, menurutnya, droping air bersih bukan solusi utama menghadapi musim kekeringan. Tentu perlu solusi yang relevan. Negara harus hadir agar masyarakat bisa terbebas dari kekeringan.
“Bukan hanya pemkab setempat, Anggota Dewan baik stakeholder tentu juga harus hadir dan memberikan solusi yang dampaknya bisa mengurangi beban masyarakat, khususnya memenuhi kebutuhan air bersih,” tegasnya.
Ia berharap, kedepan ada saluran pipa dari PDAM mungkin menjadi pilihan memenuhi kebutuhan air bersih.
“Ini harapan besar dan mimpi kami warga desa pangeleyan, Pemkab dan Legislator agar segera merumuskan dan mencari titik solusi mengentaskan kekurangan air. Droping air bersih setiap tahun bukan solusi utama,” tutupnya. (Ris)
