BANGKALANBERITA FOTOBERITA TERKINICITIZEN JOURNALISMDUNIAEKONOMIHEADLINEPEMERINTAHAN

Pemadaman Bergilir, Kades Kebun Kamal; Pelaku Usaha Mengeluh

Kades Kebun Kamal, Abdul Goni, SH

Bangkalan, maduracorner.id,- Masyarakat di Bangkalan mulai bersuara dengan seringnya listrik mati karena menyebabkan banyak kerugian yang harus dialaminya. Seperti salah satu pengusaha penetasan telur ayam ini harus rela gagal panen.

Pengusaha tersebut menetaskan telur dengan menggunakan kehangatan lampu menggunakan tenaga listrik. Sebut saja Rozi, mengaku gagal menetaskan telur ayamnya yang seharusnya sudah saatnya menetas, karena kondisi listrik mati menyala dan mati lagi membuat kondisi telur tidak mengalami perubahan hingga hari ini yang seharusnya sudah saatnya menetas.

“Gara-gara lampu mati telur ini tidak jadi menetas karena ada yang mati didalam dan beberapa tidak ada pergerakan sehingga ditakutkan akan mengalami kematian lagi, karena panas yang ada terus berkurang dan memang saat ini di sini gak menggunakan genset karena tidak punya. 

Di tempat lain seperti di Desa Kebun Kecamatan Kamal, Bangkalan, pada hari yang sama yakni selasa (01/03/2022) salah seorang pasien RSIA Glamor merasa kecewa dengan pelayanan PLN karena tanpa pemberitahuan listrik di wilayah desa kebun tersebut padam. Kebetulan bersamaan waktu itu sedang berlangsung operasi caesar seorang ibu yang sedang melahirkan. Beruntung semuanya selamat saat menjalani operasi meski para medis termasuk dokter juga khawatir karena harus menunggu beberapa waktu saat pergantian listrik menuju genset.

“Alhamdulillah proses kelahiran berjalan sukses meski harus menunggu beberapa saat karena tenaga alat bedah harus adaptasi ke mesin genset” tukas keluarga pasien saat diklarifikasi.  

Kepala Desa Kebun Abdul Goni, SH. mengungkapkan bahwa memang di Desa tersebut sudah rutin jadi langganan mati oleh PLN. Yang menjadi pertanyaan adalah mengapa Desa Kebun terbilang paling sering mati, bahkan sebelum ini (pemadaman bergilir) juga selalu mati. 

“Harus ada kejelasan kalau memang ada giliran mati, jangan di sini terus, bagaimana dengan kerusakan alat elektronik yang terjadi karena dampak pemadaman listrik ini. Para pelaku usaha juga sangat dirugikan. Banyak pelaku usaha yang mengeluh terkait pemadaman listrik ini. Belum lagi kerawanan keamanan saat pemadaman listrik malam hari. Warga khawatir ternaknya di curi, lantas siapa yang akan menanggung. Kalau memang bergilir, tidak apa-apa, tetapi wilayah lain di Kamal ini tidak padam terus seperti di Desa kami ini. Sepertinya Desa Kebun ini di anak tirikan.” Tuturnya. 

“PLN harus turun dan adil di lapangan jangan hanya bisa menagih yang kencang, saat masyarakat terlambat atau belum sempat membayar dikenai denda bahkan sampai diputus. Semoga dengan peristiwa ini PLN lebih bijak dalam memahami kebutuhan masyarakat dan menentukan jadwal yang tepat tanpa harus merugikan pelanggannya.” Pungkasnya.

Saat dihubungi melalui sambungan telepon dan WhatsApp, pihak PLN unit Kamal saat dikonfirmasi, memberikan jawaban akan melakukan sosialisasi di desa Kebun pada Selasa (01/03/2022) sore. (San)

Related posts

Aneh, Punden Mbah Bendol di Ngantang Selamat dari Erupsi Kelud

pimred

Serial Lagu Madura (bagian II) KEMBHÂNGNGA NAGHÂRÂ (Sè Ngangghit : R. Amiruddin Tjitraprawira)

maduracorner.id

Tersangkut Kasus Korupsi, 2 Pejabat Dispertan Ditahan

maduracorner.id