
BANGKALAN, maduracorner.id, Warga di tiga Kecamatan yakni Kecamatan Tanah Merah, Galis dan Geger, melakukan perbaikan jalan poros kabupaten dengan cara gotong royong. Aktivitas dilakukan karena merasa peduli melihat kondisi jalan yang rusak parah dan sering kali menjadi penyebab kecelakaan.
Tak tanggung-tanggung perbaikan jalan poros kabupaten Bangkalan itu dengan cara diaspal dan mengunakan alat berat seperti layaknya proyek pemerintah. Padahal, dana untuk perbaikan bersumber dari hasil sumbangan secara swadaya.
Menurut Rohli, warga setempat saat ditemui di lokasi perbaikan jalan, ruas jalan utama masyarakat tiga kecamatan itu sudah bertahun-tahun dibiarkan oleh Pemerintah Daerah.
“Ruas jalan sangat rusak dan berlubang, mulai dari utara pasar Tanah Merah hingga sampai memasuki kawasan Kecamatan Geger,”tuturnya.
Padahal, menurut Rohli, jalan tersebut merupakan akses utama perputaran ekonomi masyarakat Geger, Galis dan Tanah Merah.
Menurutnya, masyarakat sudah tidak sabar dengan kondisi jalan tersebut karena sering mengakibatkan kecelakaan. Bahkan masyarakat merasa tidak diperhatikan oleh pemerintah karena pemerintah terkesan memilih cuci tangan.
“Terpaksa kami melakukan sumbangan secara swadaya bersama warga Desa Petrah, Banjar, Sadah, Geger dan Desa yang lainnya, untuk memperbaiki jalan ini, karena sangat berimbas buruk terhadap aktivitas masyarakat,” terangnya.
Dirinya sangat mengapresiasi dan berterimakasih kepada seluruh elemen masyarakat terutama kepada Kepala Desa, Petrah, Banjar, Galis, Geger dan Kepala Desa yang lainnya yang secara swadaya melakukan sumbangan dan kerja bakti guna memperbaiki jalan jalan penghubung tiga kecamatan.
Sementara itu, Kepala Desa Banjar, Nurul Huda mengatakan, gerakan perbaiki jalan rusak tersebut dilakukan oleh masyarakat di tiga kecamatan, yakni Kecamatan Tanah Merah, Galis dan Geger.

“Demi kenyamanan kita semua dengan musyawarah bersama beberapa desa lainnya, termasuk para pemuda hingga beberapa tokoh masyarakat setempat, akhirnya jalan yang rusak, berlubang sepakat untuk di perbaiki meski dengan swadaya, paling tidak untuk sementara mampu dilewati lebih baik dari sebelumnya dan mencegah kecelakaan tunggal seperti tempo hari,” ujar Nurul sapaan Karib Kades Banjar.
Ia berharap, pemerintah lebih peka terhadap kondisi di lapangan khususnya terkait infrastruktur jalan. Sebab akses jalan merupakan syarat utama pertumbuhan ekonomi masyarakat.
“Kalau jalannya baik, tentunya ekonomi masyarakatnya juga akan lancar. Mudah-mudahan ini bisa menjadi perhatian bagi pemerintah Bangkalan,” ucapnya.
Sementara itu, kepala bidang Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Bangkalan, Guntur Setiyadi mengatakan, ruas jalan kabupaten tersebut tidak masuk dalam prioritas perbaikan jalan tahun 2022 ini. “Belum bisa tercover tahun ini. Ada di dana pinjaman,” katanya saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp.
Saat ditanya apakah dana pinjaman yang dimaksud sudah didapatkan dan bisa digunakan, Guntur mengatakan dana pinjaman tersebut hingga saat ini belum ada kejelasan.
“Belum ada kabar. Belum ada surat pemberitahuan resmi ke PU,” ungkapnya.
Secara terpisah, Anggota DPRD Bangkalan Fraksi Gerindra, Abdul Manaf saat dikomfirmasi menjelaskan, infrastruktur penghubung tiga kecamatan memang berkali kali sudah dikeluhkan oleh masyarakat.
“Dan sudah kami sampaikan terhadap eksekutif agar memprioritaskan infrastruktur yang mengalami kerusakan parah. Tapi belum ada tindakan nyata sampai saat ini,” jelasnya.
Bahkan, kata Manaf, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Bangkalan sudah menganggarkan puluhan miliar pada tahun 2022 ini untuk infrastruktur.
“Perbaikan jalan poros Kabupaten telah disiapkan dana sebesar Rp 28,30 miliar, sedangkan untuk perbaikan jalan desa dianggarkan Rp 10 miliar,” ujarnya.
Anehnya, yang menjadi pertanyaan kenapa ruas jalan utama penghubung tiga kecamatan tidak masuk perbaikan tahun ini. Padahal kondisi jalan sangat miris berlubang, bergelombang dan aspalnya hancur.
“Kami berharap pemerintah Bangkalan segera memperbaiki karena jalan tersebut sangat berdampak pada perekomian masyarakat. Apalagi seperti memasuki hari raya idul fitri masyarakat lalu lalang melewati akses jalan tersebut. Sehingga kami sekali lagi meminta pemerintah segera bertindak secara konkrit,” pungkasnya. (Ris)
